Posted by: Dommie Reynold B | Thursday, February 5, 2009

KONSEP MARKETING (2)

Pada bagian di atas, sudah saya bahas tentang beberapa konsep yang keliru terhadap marketing. Maka pada bagian ini kita akan membahas tentang konsep marketing yang sesuai dengan era informasi dewasa ini.
1. Marketing tidak dapat dipandang sebagai sebuah proses akhir semata.
Marketing dewasa ini harus dipandang sebagai sebuah proses yang komprehensif dan dinamis di dalam perusahaan. Hal inilah yang kemudian memunculkan sebuah definisi dari saya tentang marketing, yaitu: marketing adalah suatu proses penghantaran nilai dari satu pihak kepada pihak lain dan sebaliknya, dengan syarat bahwa kedua pihak tersebut berada pada posisi yang saling menguntungkan dan ada kepuasan di antara keduanya.
Menurut definisi di atas, marketing harus dilihat sebagai:
a) Proses; itu berarti bahwa marketing tidak semata-mata aktivitas-aktivitas diluar saja, tetapi juga aktivitas-aktivitas yang melibatkan suatu pola pikir yang komprehensif dan dinamis.
b) Nilan dan penghantaran nilai: ini berarti bahwa marketing harus memberikan suatu nilai tertentu kepada kedua belah pihak, dalam hal ini penjual dan pembeli.
c) Syarat yang menguntungkan (win-win solution): hal ini berarti bahwa dalam kegiatan marketing kedua belah pihak harus berada pada posisi yang saling menguntungkan. Jika salah satu pihak dirugikan (win-lose solution) maka yang terjadi adalah penipuan.
Memang banyak definisi yang bersifat lebih praktis, tetapi dengan mengungkapkan definisi yang demikian, justru akan terlihat definisi menjadi sangat panjang dan tidak menyentuh marketing secara komprehensif. Yang terjadi malah marketing dibahasakan secara sepenggal-penggal.
2. Marketing Merupakan Kekuatan Dasar untuk Mencapai Pelangaan Potensial yang Diinginkan.
Marketing harus dipandang sebagai cara perusahaan mencapai pelanggan potensialnya dan melayani mereka secara maksimal. Perusahaan harus dapat memberikan pelayanan yang ekstra dan individualized bagi setiap pelanggannya, agar pelanggan tersebut dapat menjadi partner perusahaan dalam mencapai loyalitas yang lebih tinggi. Pelanggan yang loyal akan memberikan kepuasan tersendiri bagi perusahaan karena pelanggan yang loyal sekalipun tidak menjadi pelanggan perusahaan lagi tetapi dia akan merekomendasikan produk perusahan kepada konsumen dan calon konsumen yang lain.
3. Marketing Dipandang Sebagai Bagian yang Terintegrasi dengan Semua Bagian di dalam Perusahaan.
Hal ini akan menyebabkan semua bagian yang ada dalam perusahaan untuk berusaha memberikan yang terbaik kepada konsumen tanpa memandang bagian mana yang dikerjakan. Mungkin akan ada karyawan yang merasa tidak pernah berhadapan dengan konsumen secara langsung, jadi dia merasa tidak memiliki pelanggan. Tidak, setiap orang didalam perusahaan harus memandang teman kerjanya sebagai pelanggan yang harus dipuaskan. Dalam hal ini, setiap bagian dan fungsi di dalam perusahaan harus melayani temannya dan membentuk suatu sistem kerja yang bersinergi dengan bagian lainnya.
Pada akhirnya, konsep marketing harus dipahami sebaik-baiknya sehingga tidak menimbulkan pemahaman yang keliru dari berbagai pihak baik masyarakat awam, praktisi maupun akademisi dalam bidang pemasaran. Dengan memahami konsep marketing ini dengan sebaik-baiknya, diharapkan ke depan pada prakteknya, marketing dapat dijalankan oleh berbagai pihak demi kemajuan bersama.
Salam

Dommie…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: