Posted by: Dommie Reynold B | Monday, February 9, 2009

KONSEP MARKETING (1)

Marketing, merupakan salah satu istilah yang sangat populer dewasa ini. Kepopuleran ini dibuktikan dengan penggunaan kata “marketing” yang mulai meluas, dan kadang-kadang telah keluar dari unsur aslinya yaitu, kegiatan ekonomi. Namun, dibalik kepopulerannya, marketing masih menyimpan sisi lain yang cukup memiriskan. Hal itu terletak pada konsep dasar dari marketing itu sendiri. Hal ini dapat kita lihat pada kesalahpahaman dalam memahami marketing baik sebagai suatu ilmu maupun marketing sebagai suatu proses dalam kegiatan sehari-hari terutama dalam kegiatan ekonomi.
Kesalahpahaman konsep ini terjadi pada beberapa hal, antara lain:
1. Marketing dianggap sebagai kegiatan menjual.
Kesalahpahaman ini yg paling umum dan paling sering ditemukan di masyarakat. Parahnya, kesalahpahaman ini terjadi tidak saja pada awam tetapi juga terjadi pada praktisi dan bahkan akademisi non pemasaran. Marketing dalam pandangan mereka adalah kegiatan menjual. Pada hal jelas bahwa marketing berbeda dari menjual. Marketing adalah suatu proses yg meliputi mulai dari proses praproduksi hingga, konsumen menghabiskan seluruh nilai guna produk tertentu. Proses tersebut di atas terlihat bahwa kegiatan marketing dimulai sejak produk tersebut belum memasuki masa produksi (dengan kata lain disebut praproduksi). Pada bagian ini perusahaan sudah harus menganalisis berbagai hal seperti:
a) Analisis lingkungan.
b) Konsumen potensial.
c) TOWS/SWOT perusahaan.
d) Strategi pemasaran (STP), dll
Satu catatan yang perlu ditekankan disini adalah kegiatan marketing ini tidak saja dilaksanakan oleh bagian marketing, melainkan dilaksanakan oleh seluruh elemen perusahaan sebagai sebuah korporasi yang utuh.
2. Marketing Sering Dimengerti Sebagai Marketing Mix
Ini juga merupakan salah satu bentuk kesalahpahaman yang sering terjadi. Marketing sering dianggap semata-mata kegiatan marketing mix. Padahal marketing mix yg pertama kali ditelorkan oleh Jerome E. McCarthy pada dasarnya merupakan kegiatan yang berhubungan langsung dengan bagaimana produk tersebut dapat mencapai konsumen. Secara tradisional, marketing mix terdiri dari 4 elemen yang sering disebut sebagai 4P (product, price, place and promotion).
a) Product (produk) adalah segala sesuatu yang dibuat dan ditawarkan kepada konsumen.
b) Price (harga) adalah suatu nilai atau besaran tertentu yang diukur dengan nominal tertentu untuk terhadap produk yang akan dijual.
c) Place (tempat/saluran distribusi) adalah berbagai anggota saluran yang digunakan oleh perusahaan dalam upaya menyampaikan produknya hingga dapat mencapai konsumen yang dituju.
d) Promotion (promosi) adalah berbagai media/alat komunikasi yang digunakan oleh perusahaan untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen.
Belakangan, elemen-elemen dalam marketing mix ini semakin bertambah. Misalnya dalam bisnis jasa dikemukakan ada 8 (empat tradisional ditambah dengan: people, promise, physicial effidence, process). Philip Kotler menambahkannya menjadi 6, yaitu policy dan publicity.
Marketing adalah nafas dari sebuah korporasi, sedangkan marketing mix adalah program yang dibuat dan dijalankan oleh perusahaan. Dengan demikian perusahaan yg menjalankan marketing akan terlibat dengan kegiatan marketing mix pula. Di dalam marketing mix inilah kita berhadapan dengan kegiatan penjualan/menjual, sebagaimana yang dimaksud pada poin 1 di atas.
3. Marketing dianggap sebagai salah satu fungsi di dalam perusahaan.
Hal ini masih sering terjadi pada banyak perusahaan. Marketing dianggap sebagai salah satu fungsi perusahaan. Ada beberapa konsep bagaimana marketing dapat ditempatkan di dalam perusahaan.
a) Marketing merupakan salah satu fungsi di dalam perusahaan yang saling terpisah.
Dalam hal ini kegiatan fungsi-fungsi perusahaan seperti: marketing, keuangan, akuntansi, administrasi, produksi, HRD dan lain-lain dipisahkan secara ketat. Hal ini dapat menyebabkan kinerja perusahaan menjadi lemah, karena masing-masing bagian berusaha untuk menjadi yang terbaik dan bersaing secara tidak sehat.
b) Marketing merupakan fungsi yang utama di dalam perusahaan.
Menurut konsep ini bagian marketing dianggap sebagai fungsi yang paling utama karena marketinglah yang langsung berhadapan dengan konsumen sedangkan bagian-bagian lain hanya berfungsi sebagai pendukung saja. Pendapat ini sebenarnya kurang tepat juga, karena walaupun bagian pemasaran yang berhadapan langsung dengan konsumen tidak berarti bahwa bagian-bagian lain tidak memiliki pelanggan yang harus dilayani.
c) Marketing sebagai nafas dari sebuah korporasi.
Dalam hal ini marketing tidak saja ditangani oleh bagian pemasaran semata, tetapi sudah menjadi nafas dari perusahaan tersebut. Bagian pemasaran bersifat menjalankan saja, sedangkan sifat pelayanan prima yang terdapat di dalam marketing dijalankan secara sungguh-sungguh oleh setiap orang di dalam perusahan. Tidak peduli dia berada dibagian mana. Setiap orang di dalam perusahaan harus memiliki pelanggan yang harus dilayani dan dipuaskan secara prima, sehingga kinerja perusahaan akan meningkat dengan sangat baik.

bersambung….!


Responses

  1. welcome.
    good luck n be successful…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: